Desa Gading memiliki pertanian dengan luas 267 Km2 / ha dari luas wilayah 3.535,5 Km2 / ha dimana pertanian
Gading dapat dikatakan cukup baik itu terlihat masih banyaknya lahan yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selain itu di dukung juga oleh keadaan tanah Desa Gading yang cukup subur. Sehingga potensi pertanian di desa Gading sangat prospektif untuk kedepannya. Sebagian besar masyarakat Desa Gading memiliki mata pencaharian sebagai petani. Sehingga terdapat banyak komoditas yang mereka tanam sesuai dengan kebutuhan mereka. Komoditas pertanian yang terdapat di desa Gading antara lain: komoditas padi, tebu, kelapa dan lain lain. Dimana yang sebagai komoditas utama adalah padi dan tebu.
Untuk pengairan sendiri, masyarakat Desa Gading khususnya petani memanfaatkan sumber air yang berasal dari sungai untuk mengairi areal pertanian mereka. Menurut Pak Shohib pengairan merupakan kendala utama untuk para petani khususnya pada musim kemarau.
Penanganan hama dan penyakit tanaman di Desa gading masih mengandalkan bahan bahan kimia sintetik, mereka belum mengaplikasikan pengendalian hama dan penyakit secara terpadu. Hal ini mungkin terjadi karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran para petani terhadap pengendalian hama dan penyakit yang baik dan ramah lingkungan. Peran pemerintah dalam hal ini sebernarnya sudah dilakukan melalui sosialisasi kepada para petani tetapi mereka masih sulit menerima hal tersebut, karena masih bertumpu pada budaya dan pengetahuan yang turun-temurun.
Hasil pertanian di desa gading, khususnya untuk tanaman padi hasil panennya tidak untuk dijual hanya untuk konsumsi pribadi saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi untuk komoditas petani tebu akan di jual langsung ke pabrik gula dengan sistem mekanisme koprasi petani yang ada di desa
Dari hasil survey kami dilapangan yang mana kami mewancarai salah seorang petani padi dan tebu , yang bermana ibu Alfu yang memiliki lahan atau mengelola enam petak lahan atau sekitar 80 tumbak untuk tanaman padi, hasil yang diperoleh setiap panen (5 bulan) sekitar lima kuintal. Dimana hasil panen tersebut hanya untuk konsumsi sendiri. Pada saat wawancara tersebut padi yang di kelola ibu Alfu tersebut baru berumur 20 hari dan memang hampir keseluruhan lahan pertanian khususnya padi sawah berumur yang sama. Sedangkan dari hasil wawancara kami dengan ketua koperasi tani tebu yang bernama Pak H. Bisri, beliau menghasilkan delapan kwintal.
Perkebunan Tebu, potensi paling berpengaruh di Desa Gading

Potensi yang paling menonjol dari desa Gading ini adalah perkebunan Tebu. Hal ini disebabkan letak Desa Gading bersebelahan dengan Pabrik Gula Krebet. Oleh sebab itu tidak heran sebagian besar atau 52% masyarakat desa Gading bermata pencaharian sebagai petani Tebu. Selain karena tanah yang berpotensi untuk dijadikan perkebunan tebu, alasan lain yang membuat masyarakat Desa Gading bersemangat untuk menanam tebu adalah adanya jaminan dari Pabrik Gula Krebet yang akan menampung seluruh seluruh hasil panen tebu mereka. Dengan alasan ini para petani tebu merasa aman karena ada yang menjamin hasil panen mereka tanpa harus bersusah payah mencari pengepul atau dijual secara peribadi.


OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Tidak sepenuhnya degan menyerahkan semua hasil panen tebu menguntungkan, hal ini ternyata menyimpan dampak kurang baik juga untuk para petani tebu, karena dengan adanya pabrik gula ini mereka hanya menggantungkan dan hanya bisa berharap dari pabrik. Disisi lain, apabila mereka dapat memanfaatkan kesempatan dan mengembangkan kreatifitas, mereka akan mendapatkan keuntungan jauh laebih banyak lagi apabila mereka mampu mengolah sendiri hasil panen mereka. Tidak melulu semua hasil panen diolah menjadi gula, akan tetapi bisa juga diubah menjadi produk lain, seperti es krim tebu, selai tebu, dodol tebu dan masih banyak lagi.
Segala sesuatu pasti punya kelebihan dan kekurangan, semua itu tergantung bagaimana kita memanajemen keduanya, mengevaluasi, dan terus berinovasi.
