Pemanfaatan E-commerce untuk pengoptimalan penjualan produk UKM Desa Gading Bululawang

Perkembangan internet dan perkembangan teknologi gadget yang cukup pesat telah merevolusi proses jual beli akhir-akhir ini. Dikarenakan kondisi jalan yang semakin macet, dan kesibukan orang-orang dalam bekerja sehingga fenomena jual beli melalui toko online menjadi semakin marak. Melihat paradigma tersebut, maka kemampuan membuat toko online akan menjadi nilai tambah bagi setiap orang yang memulai usaha tapi belum bisa memiliki toko secara fisik.

Desa Gading merupakan desa dengan jumlah UKM yang cukup banyak yakni 23% dan menempati peringkat kedua setelah Toko rumahan yang sebesar 30%.  Permasalahan yang dihadapi para pemlik UKM  desa gading saat ini adalah mereka belum menemukan cara yang tepat untuk mempromosikan dan menjual produk mereka. Selama ini mereka langsung menjual produk mereka di sekitar tempat tinggal tanpa melakukan promosi terlebih dahulu, sehingga sulit mendapatkan perhatian dari pembeli dan akhirnya hasil yang didapat kurang optimal.

Melihat kondisi tersebut, maka KELOMPOK 73 KKM UIN MENGABDI 2019 tergerak untuk mengadakan Pelatihan Pembuatan Toko Online. Kegiatan ini dilaksankan pada hari Kamis, 24 Januari 2019, bertempat di Aula Balai Desa Gading dan bekerja sama dengan Karang Taruna, Ibu-ibu PKK, dan beberapa pemilik UKM. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah memperhatikan kemudian mempraktekan. Jadi dalam pelatihan ini, para peserta akan diajari step by step pembuatan toko online dengan memanfaatkan platform ecommerce Shopee. Adapun teknisnya adalah satu tutor mengawali dan memberi arahan, selanjutnya peserta mengikuti langkah yang dicontohkan oleh tutor. Begitu seterusnya sampai selesai.

Setelah pelatihan selesai, para peserta telah memahami beberapa komponen dalam pembuatan toko online,  diantaranya : Membuat Akun Toko, Mengenal Fitur Shopee, Setting Akun Toko & Upload Produk, Setting Fasilitas Gratis Ongkir, dan Cara Pengiklanan Produk Gratis. Selanjutnya peserta diarapkan mampu mengembangkan ilmunya terkait pembuatan toko online dan belajar tentang manajemen jual-beli baik melalui membaca buku atau mengikuti pelatihan lanjutan.

kesimpulannya, Pelatihan pembuatan toko Online adalah solusi atas permasalahan para pemilik UKM desa gading dalam upaya meningkatkan daya jual produk dan Pendapatan. Toko online ini dirasa sangat efisien karena tidak memerlukan banyak modal untuk medirikan lapak, memininimumkan biaya promosi, pemrosesan lebih cepat dan terhindar dari human error karena semua dijalankan oleh sistem.

Menghidupkan Kembali Seni Islami Sholawat Diba’

Kuliah Kerja Mahasiswa atau KKM merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai persyaratan wajib jika ingin mendapatkan gelar S1. Pada kegiatan KKM tahun ini saya mendapatkan kelompok 73 yang bertempat di Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Perjalanan dari UIN Malang menuju Desa Gading dapat ditempuh selama kurang lebih 45 menit. Langkah awal yang dilakukan kelompok kami yaitu sering mengadakan kumpul kelompok untuk saling mengenal satu sama lain dan juga untuk membicarakan program kerja yang akan kami laksanakan. Karena dalam satu desa terdapat dua kelompok, kelompok kami mendapatkan bagian di Dusun Gading Krajan, tepatnya di Masjid Nurul Muttaqin. Selama KKM berlangsung, untuk yang laki-laki bertempat tinggal di kantor Masjid Nurul Muttaqin, sedangkan yang perempuan tinggal di rumah warga, tepatnya di rumah Bu Zahro yang juga merupakan guru di TPQ Nurul Muttaqin. Desa Gading, tepatnya di Dusun Gading Krajan merupakan dusun yang semua penduduknya menganut agama Islam, sehingga tidak heran jika penduduknya sangat agamis. Hal ini tidak luput dari jarak Desa Gading yang cukup dekat dengan salah satu pondok besar yang ada di wilayah Malang, yaitu pondok an-Nur. Kebanyakan dari masyarakat Desa Gading itu sendiri berprofesi sebagai petani. 

Ada beberapa program harian yang dilaksanakan di kelompok kami, diantaranya tadarus Al-Qur’an ba’da subuh, mengajar di MI, mengajar di TPQ, membantu pekerjaan yang ada di balai desa, dan juga mengadakan bimbingan belajar bagi anak-anak disana, serta menghidupkan kembali seni islami sholawat diba’ untuk kalangan anak-anak.

Seni islami sholawat diba’ untuk anak-anak ini dulunya pernah ada di desa Gading namun di akhir-akhir ini mengalami kendala sampai akhirnya diberhintikan untuk sementara waktu. Pada waktu kedatangan KKM kami seni islami sholawat diba’ untuk anak-anak ini kami munculkan kembali dengan member motivasi kepada anak-anak agar mereka lebih semangat kembali untuk melaksanakan sholawat diba’.

Anak-anak di desa Gading mau mengikuti kembali seni islami sholawat diba’ yang dilaksanakan setiap malam minggu ba’da magrib. Selama kami KKM mereka sangat senang dengan kedatangan kami yang dimana mereka semangat kembali mengikuti kegiatan-kegiatan rutinitas yang pernah ada salah satunya seni islami sholawat diba’ ini. Mereka sudah memiliki bakat seni islami sholawat diba’ yang telah diajarkan di Madrasah, oleh karena itu kami tinggal memoles sedikit saja agar mereka terlihat lebih baik.

Seni islami sholawat diba’ untuk anak-anak ini di akhir kegiatan kami yaitu KKM tepatnya pada waktu penutupan, mereka tampil memukau di depan para wali murid dan para ustadz-ustadzah TPQ. Semoga kegiatan seni islami sholawat diba’ untuk anak-anak ini tetap berjalan dengan istiqomah ketika kami para peserta KKM telah meninggalkan mereka, Amiiin Ya Robbal Alamin.

Taman Baca Sarana Meningkatkan Gemar Membaca

Membaca merupakan sebuah aktivitas penjelajahan untuk memperluas cakrawala berpikir. Dengan membaca maka pikiran seseorang akan menjadi hidup. Sebagaimana kita ketahui, tokoh pahlawan perempuan kita –R.A. Kartini- dengan hanya membaca buku di dalam rumah pingitan, pikirannya mampu berekplorasi melalui buku-buku yang dibacanya.

Selain itu, sejarah juga mencatat bahwasanya beradaban dimulai salah satunya adalah dengan adanya perpustakaan, dimana perpustakaan inilah yang memjadi pusat berkembangnya keilmuan karena di dalamnya terdapat ilmu yang ditulis oleh pemuka kaumnya maupun ilmu yang diterjemahkan dari kaum lain. Dari sini, kita ketahui bahwasanya buku merupakan sesuatu hal yang penting yang mampu merubah pola seseorang baik dalam pikir, tindak dan tutur.

            Mengingat betapa pentingnya membaca, maka kami Peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 73 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertempat di Desa Gading, Kecamatan Bululawang berinisiatif membuat sebuah taman baca, hal ini dilakukan guna membiasakan anak-anak untuk membaca serta memperluas cakrawala beripkir mereka.

            Melihat aktivitas anak-anak yang cukup padat, maka taman baca ini ditempatkan di TPQ Nurul Muttaqin, dengan alasan supaya adik-adik lebih mudah untuk mengakses buku-buku bacaan yang sudah disediakan. Sehingga sembari menanti guru datang atau menunggu giliran mengaji mereka bisa memanfaatkan waktu untuk membaca.

            Meskipun bertempat di TPQ, buku-buku yang disediakan tidak melulu mengenai agama, melainkan juga buku-buku umum. Buku-buku yang disajikan adalah buku-buku dengan konten yang ringan dan mudah dipahami, dan juga disertai dengan gambar-gambar, seperti buku cerita islami, cerita legenda, buku keagamaan dan beberapa buku umum lainnya.. Hal ini dimaksudkan supaya anak-anak mampu tertarik untuk membaca. Jika konten dari buku yang tersedia dirasa cukup berat, ini akan menimbulkan kebosanan dan mengurangi minat anak dalam membaca.

MENYULAP BARANG BEKAS MENJADI BERKELAS DENGAN DECOUPAGE

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam KKM ini kami kelompok 73 bertepat di Desa Gading Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang.

Di era yang modern seperti sekarang ini, banyak persaingan dalam bidang ekonomi. Dibutuhkan ide-ide kreatif dan inovatif untuk dapat bersaing di pasar. Salah satu ide kreatif dan inovatif dari kelompok 73 yaitu mengadakan pelatihan Decoupage dengan Ibu-Ibu PKK di Desa Gading.

Dalam pelatihan tersebut banyak dari Ibu-Ibu PKK yang belum mengerti mengenai apa itu decoupage. Decoupage merupakan kerajinan atau seni menghias dengan menempelkan tisue ke suatu objek. Dalam pelatihan kali ini kami menggunakan media barang bekas seperti telenan, botol kaca, toples dan masih banyak lagi.

Dalam pelatihan Decopage ini bahan dan alat yang dibutuhkan seperti kuas, lem, vernis, cat tembok, dan yang paling utama adalah media atau barang bekas itu sendiri dan tisue dengan motif yang menarik. Selain barang yang mudah didapat harga dari setiap bahan juga bisa digolongkan dalam kategori murah sehingga tidak terlalu menguras kantong.

Dalam pelatihan yang diadakan di balai desa ini, terlihat Ibu-Ibu PKK sangat antusias. Ibu-Ibu PKK mengikuti pelatihan dengan senang hati. Ibu-Ibu PKK tersebut megikuti tahap-tahapan kerajinan dengan baik dan juga ulet. Hasil dari tangan-tangan terampil Ibu-Ibu PKK juga sangat bagus dan memuaskan.

Di akhir acara, barang decoupage yang sudah jadi dibawa ke tempat masing-masing guna berbagi ilmu dengan ibu-ibu daerah rumah masing-masing.

SOSIALISASI TENTANG INFORMAAI DAN TEKNOLOGI

Sosialisasi tentang informasi dan teknologi (dampak penggunaan smartphone), dimana sasaran utama dari sosialisasi ini yakni remaja serta anak-anak di dusun gading selatan desa gading kecamatan bululawang. Dalam sosialisasi ini, kelompok kami mendatangkan pemateri yang bernama M. Sugeng, S. Pd., M. Si. Sosialisasi ini bertempat di Masjid Al Falah Desa Gading dan dilaksanakan pada hari Jumat 18 Januari 2019 ba’da Ashar sampai sebelum maghrib.

Dampak Positif Penggunaan Smartphone:

  • Memudahkan Mendapatkan Informasi
  • Menambah Fitur Yang Lebih Canggih
  • Dapat Berkomunikasi Secara Mendunia
  • Memudahkan Mencari Tempat dan Tujuan

Dampak Negatif Penggunaan Smartphone :

  • Berpengruh Pada Kesehatan
  • Menimbulkan Kecanduan
  • Menimbulkan Monophobia
  • Susah Untuk Tidur
  • Gangguan Pendengaran

KEGIATAN RUTINAN POSYANDU

Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana .

Tujuan Posyandu antar lain adalah :

  • Menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu (ibu hamil), melahirkan dan nifas.
  • Membudayakan NKBS
  • Meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB serta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.
  • Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera

Pelaksanaan Layanan Posyandu 
 Pada hari buka posyandu dilakukan pelayanan masyarakat dengan sistem 5 meja yaitu: 

Meja I : Pendaftaran   
Meja II : Penimbangan  
Meja III : Pengisian KMS 
Meja IV : Penyuluhan perorangan berdasarkan KMS 
Meja V : Pelayanan kesehatan berupa: 

  • Imunisasi
  • Pemberian vitamin A dosis tinggi.
  • Pembagian pil KB atau kondom.
  • Pengobatan ringan.
  • Konsultasi KB.

Petugas pada meja I dan IV dilaksanakan oleh kader PKK sedangkan meja V merupakan meja pelayanan medis.  

Keberhasilan Posyandu 
Keberhasilan posyandu tergambar melalui cakupan SKDN. 
S  : Semua balita di wilayah kerja posyandu. 
K : Semua balita yang memiliki KMS. 
D : Balita yang ditimbang. 
N : Balita yang Berat Badannya naik 
Keberhasilan Posyandu berdasarkan: 

  1. D Æ Baik/ kurangnya peran serta masyarakat.
  2. N Æ Berhasil tidaknya program posyandu.

Kegiatan Posyandu 

1.   Jenis Pelayanan Minimal Kepada Anak 
Penimbangan untuk memantau pertumbuhan anak, perhatian harus diberikan khusus terhadap anak yang selama ini 3 kali  tidak melakukan penimbangan, pertumbuhannya tidak cukup baik sesuai umurnya dan anak yang pertumbuhannya berada di bawah garis merah KMS. 

Pemberian makanan pendamping ASI dan Vitamin A.  

Pemberian PMT untuk anak yang tidak cukup pertumbuhannya (kurang dari 200 gram/ bulan) dan anak yang berat badannya berada di bawah garis merah KMS. 

Memantau atau melakukan pelayanan imunisasi dan tanda-tanda lumpuh layu.

Memantau kejadian ISPA dan diare, serta melakukan rujukan bila perlu. 

2. Pelayanan Tambahan yang Diberikan  

  1. Pelayanan bumil dan menyusui. 
  2. Program Pengembangan Anak Dini Usia (PADU) yang diintegenerasikan dengan program Bina Keluarga Balita (BKB) dan kelompok bermain lainnya.
  3. Program dana sehat atau JPKM dan sejenisnya, seperti tabulin, tabunus dan sebagainya.
  4. Program penyuluhan dan penyakit endemis setempat.
  5. Penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman.
  6. Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD).
  7. Program diversifikasi pertanian tanaman pangan.
  8. Program sarana air minum dan jamban keluarga (SAMIJAGA) dan perbaikan lingkungan pemukiman.
  9. pemanfaatan pekarangan.
  10. Kegiatan ekonomis produktif, seperti usaha simpan pinjam dan lain-lain.
  11. Dan kegiatan lainnya seperti: TPA, pengajian, taman bermain.

Manfaat Posyandu   
Posyandu memberikan layanan kesehatan ibu dan anak, KB, imunisasi, gizi, penanggulangan diare. 

1. Kesehatan ibu dan anak 

  • Ibu:  Pemeliharaan kesehatan ibu di posyandu, Pemeriksaan kehamilandan nifas, Pelayanan peningkatan gizi melalui pemberian vitamin dan pil penambah darah, Imunisasi TT untuk ibu hamil.
  • Pemberian Vitamin A: Pemberian vitanin A dosis tinggi pada bulan Februari dan Agustus. Akibat dari kurangnya vitamin A adalah menurunnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit.
  • Penimbangan Balita: Penimbangan balita dilakukan tiap bulan di posyandu. Penimbangan secara rutin di posyandu untuk pemantauan pertumbuhan dan mendeteksi sedini mungkin penyimpangan pertumbuhan balita. Dari penimbangan yang kemudian dicatat di KMS, dari   data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balita, apabila penyelenggaraan posyandu baik maka upaya untuk pemenuhan dasar pertumbuhan anak akan baik pula.

KMS adalah kartu untuk mencatat dan memantau pekembangan balita dengan melihat garis pertumbuhan berat badan anak dari bulan ke bulan pada KMS dapat diketahui status pertumbuhan anaknya.  

Kriteria Berat Badan balita di KMS: 

Berat badan naik : 

  • Berat badan bertambah mengikuti salah satu pita warna, berat badan bertamabah ke pita warna diatasnya.

Berat badan tidak naik : 

  • Berat badanya berkurang atau turun, berat badan tetap, berat badan bertambah atau naik tapi pindah ke pita warna di bawahnya.

Berat badan dibawah garis merah  
Merupakan awal tanda  balita gizi buruk Pemberian makanan tambahan atau PMT, PMT diberikan kepada semua balita yang menimbang ke posyandu.  

2   Keluarga Berencana 
 Pelayanan Keluarga Berencana berupa pelayanan kontrasepsi kondom, pil KB, dan suntik KB. 

3   Imunisasi 
 Di posyandu balita akan mendapatkan layanan imunisasi.  

Macam imunisasi yang diberikan di posyandu adalah 

  • BCG untuk mencegah penyakit TBC.
  • DPT untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus.
  • Polio untuk mencegah penyakit kelumpuhan.
  • Hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis B (penyakit kuning).

4   Peningkatan Gizi 
Dengan adanya posyandu yang sasaran utamanya bayi dan balita, sangat tepat untuk meningkatkan gizi balita. Peningkatan gizi balita  di posyandu yang dilakukan oleh kader berupa    memberikan penyuluhan tentang  ASI, status gizi balita, MPASI, Imunisasi, Vitamin A, stimulasi tumbuh kembang anak, diare pada balita. 

5   Penanggulangan diare 
 Penyediaan oralit di posyandu. Melakukan rujukan pada penderita diare yang menunjukan tanda bahaya di Puskesmas. Memberikan penyuluhan penggulangan diare oleh  kader posyandu.

PEMBANGUNAN PASAR DESA GADING

Progres Pembangunan Pasar Desa di RT.09 RW.03 Desa Gading yang menurut rencana akan dibangun sebanyak 10 unit ruko/toko dan pendanaannya bersumber dari Dana Desa (DD) dengan dilaksanakan secara swakelola pada masyarakat lokal dengan mengikuti skema program PKT.

PKT atau Padat Karya Tunai merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya warga kurang mampu yang bersifat produktif, dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah, meningkatkan daya beli, mengurangi kemiskinan, dan sekaligus mendukung penurunan angka stunting. Ini adalah program arahan langsung dari presiden, yang dilaksanakan untuk seluruh desa di Indonesia.

Progres Pembangunan Pasar Desa di RT.09 RW.03 Desa Gading yang menurut rencana akan dibangun sebanyak 10 unit ruko/toko dan pendanaannya bersumber dari Dana Desa (DD) dengan dilaksanakan secara swakelola pada masyarakat lokal dengan mengikuti skema program PKT.

MENGAJAR MI

img-20190109-wa0021

 Mengajar di MI Al-Ikhlas. Mengajar mulai dari kelas 2 – kelas 5. Dalam seminggu mengajar selama 3 hari yakni pada hari rabu, kamis dan sabtu. Pelajaran dimulai pada pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.30 WIB. Khusus pada hari sabtu terdapat ektrakurikuler sehingga pelajaran berakhir pada pukul 14.00 WIB. Dalam proses belajar mengajar, banyak sekali hal yang kami rasakan bahwa mengajar MI itu berbagai macam rasanya, ada suka hingga duka. Karena yang kita hadapi adalah anak MI, maka kita harus bersabar dalam mengajar mereka. selain itu, pada kelompok kami tidak seluruhnya dari jurusan pendidikan sehingga kami juga harus bisa dalam menyesuaikan dan belajar dalam mendidik seorang anak-anak.

Mulai mengajar MI pada tanggal 08 Januari samapi tanggal 24 Januari 2019

SOSIALISASI KEWANITAAN TENTANG HAID



Sosialisasi masalah kewanitaan ini mengangkat materi tentang HAID, dimana sasaran utama dari sosialisasi ini adalah ibu-ibu serta remaja perempuan di dusun gading selatan desa gading kecamatan bululawang. Dalam sosialisasi ini, kelompok kami mendatangkan pemateri yang bernama Ustadzah Iqomatu Nauvi Khuluq, S. Pdi. Sosialisasi ini bertempat di Masjid Al Falah Desa Gading dan dilaksanakan pada hari Sabtu 12 Januari 2019 ba’da Ashar sampai sebelum maghrib.